3 Alasan Mo Salah Layak Dapat Penghargaan Pemain Terbaik EPL

Mohamed Salah tampil sangat mengesankan untuk Liverpool pada musim ini. Pemain Mesir itu sudah mencetak banyak gol dan selalu menjadi inspirasi bagi The Reds.

Salah didatangkan Liverpool pada musim panas dari AS Roma dan mereka tidak sia-sia mendatangkan sang pemain dengan biaya mahal. Pemain berusia 25 tahun itu sudah mencetak 38 gol dengan 29 gol berasal dari Premier League. Berkat penampilannya yang cemerlang tersebut, Salah kini difavoritkan untuk meraih penghargaan pemain terbaik Premier League musim ini. Sang pemain akan bersaing dengan Kevin De Bruyne yang penampilannya juga impresif bersama Manchester City.

Berikut ini tiga alasan Mohamed Salah akan memenangkan gelar pemain terbaik Premier League seperti dilansir Sportskeeda.

Statistik
Musim Mohamed Salah mungkin akan tercatat sebagai musim pertama terbaik dalam sejarah Premier League. Pemain berusia 25 tahun itu sudah mengumpulkan 29 gol di liga dan berada di posisi terdepan untuk meraih penghargaan Sepatu Emas.

Pemain asal Mesir ini sekarang unggul lima gol dalam daftar pencetak gol terbanyak Premier League musim ini dan meski musim sudah mendekati akhir, dia tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.

Salah dibeli sebagai pemain sayap dan telah menjadi pencetak gol kelas dunia yang sesungguhnya, bahkan sudah melewati koleksi gol Harry Kane di Premier League musim ini.

Salah hanya membutuhkan dua gol lagi untuk menyamai rekor 31 gol semusim dalam 38 pertandingan (dipegang oleh Alan Shearer, Cristiano Ronaldo, dan Luiz Suarez), dan ia masih memiliki enam pertandingan tersisa.

Salah mencetak golnya yang ke-38 di semua ajang kompetisi musim ini melawan Manchester City ketika ia mencetak gol pembuka dalam kemenangan 3-0 di Anfield. Dia terlibat dalam sembilan gol (tujuh gol, dua assist) dalam sembilan penampilan di Liga Champions musim ini.

Liverpool punya enam pertandingan Premier League tersisa, ditambah setidaknya dua pertandingan Liga Champions yang berpotensi berubah menjadi lima jika Liverpool mencapai final dan jika dia terus mempertahankan performanya saat ini, Salah mungkin bisa lebih baik dari Ian Rush, yang mencetak 47 gol pada musim 1983-84.

Berkembang Sebagai Pemain
Kemampuan Salah seakan menghilang saat berada di Chelsea. Hal itu memaksa The Reds untuk meminjamkan sang pemain dan pada akhirnya mampu mampu mengembalikan performanya di AS Roma.

Ketika Liverpool merekrutnya, Salah kembali ke negara yang membuat karirnya tenggelam dan itu bisa membuat adaptasinya di Premier League sedikit rumit. Tapi dia berhasil membungkam semua kritik yang ada.

Menurut statistik Opta, hampir 61 persen tembakannya tepat sasaran dan ia hanya membutuhkan waktu 85 menit untuk mencetak gol, lebih unggul dari pesaing lainnya (Harry Kane dan Sergio Aguero masing-masing membutuhkan 102 dan 93 menit per gol).

Salah sangat luar biasa karena dia berhasil mempertahankan konsistensi permainannya sepanjang musim. Tidak pernah absen mencetak gol lebih dari dua pertandingan di liga dan sudah mencetak 29 gol dari 31 penampilannya Premier League sejauh ini.

Salah bisa dibilang mengalami peningkatan yang signifikan dalam karirnya. Dalam 20 penampilan di liga pertamanya musim ini, Salah mencetak 15 gol dari 75 tembakan, tingkat konversi 20 persen adalah cukup mengesankan bagi pemain dengan posisi penyerang sayap.

Sejak itu, Salah telah mencetak 14 gol dari 47 tembakan. Salah tidak banyak membuang kesempatan dan dia juga bisa menciptakan peluang secara teratur.

Banyak yang heran ketika Liverpool mengeluarkan 36,9 juta pounds untuk merekrut Salah. Tapi Salah kini berubah menjadi pembelian terbaik The Reds.

Dampak Pada Musim Liverpool
Kontribusi Salah pada musim Liverpool lebih dari sekedar mencetak gol di depan gawang. Dia adalah bagian penting dan tidak tergantikan dari permainan Liverpool.

Dalam sistem serangan Liverpool dia telah terbukti lebih dari sekedar pemain sayap tradisional. Dia dimainkan sebagai penyerang sayap yang sering mendatangkan bahaya buat lawan dan mencetak gol-gol penting untuk klubnya.

Salah bisa dibilang adalah salah satu penyerang terbaik di dunia tanpa bola sekarang. Kehadirannya juga membantu gelandang seperti Jordan Henderson, Emre Can dan Georginio Wijnaldum untuk bermain lebih baik.

Etos kerja Salah untuk klub Merseyside sangat fantastis dan dia sangat cocok dengan gaya pressing tinggi Jurgen Klopp.

Mohamed Salah mencetak gol melawan setiap tim ‘Big Six’ kecuali Manchester United. Dia melakukannya di pertandingan-pertandingan besar saat kandang dan tandang melawan Arsenal dan Tottenham, menjebol gawang Manchester City dan Chelsea juga dan pada derbi Merseyside serta melawan tim kecil juga.

Pemain Mesir itu sepertinya sudah menjadi mesin gol baru Liverpool setelah ditinggal Luiz Suarez pada 2014.

Sederhananya, tidak ada pemain lain yang memiliki momen yang lebih menentukan daripada Salah musim ini dan sang pemain layak mendapatkan penghargaan pemain terbaik Premier League.

author

Author: 

Leave a Reply